Coba ingat lagi, bagaimana biasanya Anda mencari jasa atau tempat makan? Mungkin Anda mengetik kata kunci di Google, lalu membuka beberapa hasilnya satu per satu. Sekarang, ada cara lain yang makin sering dipakai orang, yaitu bertanya langsung kepada AI seperti ChatGPT. Cukup ketik “Ada rekomendasi jasa servis AC di Indramayu?”, lalu AI menjawab dengan beberapa pilihan beserta penjelasannya.
Lalu, dari mana AI mengetahui usaha-usaha tersebut? Kalau Anda memiliki usaha sendiri, adakah cara agar usaha Anda ikut muncul dalam jawaban seperti itu? Jawabannya ada, tetapi bukan dengan “mendaftarkan” usaha Anda ke AI. Mari kita mulai dari cara AI mencari informasi.
Bagaimana AI menemukan informasi usaha?
AI seperti ChatGPT bisa menjawab pertanyaan dengan mencari informasi di internet. Ketika fitur pencarian web aktif, AI menelusuri halaman website, profil bisnis, dan sumber lain yang berkaitan dengan pertanyaan, lalu merangkumnya menjadi jawaban. Sering kali, jawaban itu juga disertai tautan ke sumber yang dibacanya.
Dari situ, Anda bisa melihat satu hal penting: AI hanya bisa merangkum informasi yang memang tersedia di internet. Artinya, kalau informasi tentang usaha Anda tidak ada, sulit dipahami, atau tidak bisa diakses, AI pun tidak punya bahan untuk menyebut usaha Anda. Perlu diingat juga, tidak setiap percakapan dengan AI memakai pencarian web, sehingga jawabannya bisa berbeda-beda.
Upaya agar informasi lebih mudah ditemukan dan dipakai dalam jawaban AI sering disebut GEO, singkatan dari Generative Engine Optimization. Mungkin Anda lebih dulu mengenal SEO, yaitu upaya agar website mudah ditemukan lewat mesin pencari seperti Google. Keduanya saling berkaitan: GEO berfokus pada pencarian berbasis AI, tetapi dasar-dasar SEO tetap menjadi fondasinya.
Satu hal yang perlu Anda pahami sejak awal: ditemukan belum tentu direkomendasikan. AI bisa menampilkan beberapa pilihan, mengutip sebuah sumber tanpa menyebut nama usahanya, atau justru tidak menemukan informasi yang cukup. Tidak ada pihak yang bisa menentukan sendiri siapa yang pasti muncul dalam jawaban AI.
Mulai dari informasi usaha yang jelas
Kalau begitu, apa yang bisa Anda lakukan? Langkah pertama justru bukan hal teknis, melainkan memastikan informasi usaha Anda jelas. Agar lebih terbayang, bayangkan Anda adalah pemilik jasa servis AC bernama Sejuk Jaya. Nama ini hanya contoh, bukan usaha sungguhan.
Misalkan satu-satunya informasi tentang Sejuk Jaya di internet hanya berbunyi “menerima servis AC, hubungi kami”. Kira-kira, apakah calon pelanggan sudah cukup yakin untuk menghubungi Anda? Kemungkinan besar belum, karena mereka masih bertanya-tanya layanan apa saja yang tersedia dan daerah mana yang dilayani. Sekarang, bandingkan dengan penjelasan seperti ini:
Sejuk Jaya melayani servis AC rumah dan kantor di wilayah Indramayu. Layanannya meliputi pembersihan dan pemeriksaan AC. Untuk mengetahui jadwal yang tersedia atau meminta perkiraan biaya, silakan hubungi kontak yang tercantum.
Penjelasan kedua jauh lebih membantu karena menyebut layanan, wilayah pelayanan, dan langkah berikutnya bagi calon pelanggan. Informasi yang sama jelasnya juga lebih mudah dipahami dan dirangkum oleh AI. Karena itu, letakkan penjelasan seperti ini di website atau profil usaha yang memang Anda kelola sendiri, lalu lengkapi dengan jam pelayanan atau ketentuan pemesanan bila sudah pasti.
Satu lagi, hindari menyebut usaha Anda sebagai “nomor satu” atau “paling tepercaya” tanpa bukti. Lebih baik tampilkan hal yang bisa diperiksa, seperti layanan yang benar-benar tersedia dan foto hasil pekerjaan milik usaha Anda sendiri. Kalau Anda belum tahu bahan apa saja yang perlu dikumpulkan, panduan hal yang perlu disiapkan sebelum membuat website bisnis bisa menjadi titik awal.
Jawab pertanyaan calon pelanggan
Setelah tahu siapa Anda dan apa yang Anda tawarkan, calon pelanggan biasanya ingin memastikan apakah usaha Anda cocok untuk kebutuhannya. Untuk Sejuk Jaya tadi, pertanyaannya mungkin sederhana: apakah melayani rumah, daerah mana saja yang dijangkau, dan bagaimana cara meminta perkiraan biaya?
Coba kumpulkan pertanyaan yang paling sering Anda terima lewat WhatsApp atau telepon, lalu jawab dengan bahasa sehari-hari di halaman layanan atau bagian tanya jawab website Anda. Jawabannya tidak perlu panjang. Kalau biaya baru bisa ditentukan setelah pemeriksaan, tuliskan saja apa adanya, alih-alih mencantumkan angka pasti agar terlihat menarik.
Dengan begitu, Anda mendapat dua manfaat sekaligus. Pengunjung yang membaca website Anda langsung menemukan jawabannya, sementara mesin pencari dan AI mendapat informasi yang jelas tentang apa yang Anda tawarkan.
Pastikan informasi mudah dijangkau
Informasi yang sudah rapi tentu kurang berguna kalau tidak bisa diakses. Karena itu, langkah berikutnya adalah memeriksa di mana saja orang, mesin pencari, dan AI bisa menemukan informasi usaha Anda.
Di website Anda
Pastikan halaman website Anda bisa dibuka siapa saja tanpa harus masuk ke akun tertentu. Tulis informasi penting sebagai teks biasa, bukan hanya di dalam gambar atau brosur, karena teks di dalam gambar lebih sulit dibaca mesin pencari. Pastikan juga website Anda selalu aktif, sebab domain yang kedaluwarsa atau masa hosting yang habis membuat website tidak bisa dibuka siapa pun. Kalau istilah ini masih asing, Anda bisa membaca dulu apa itu domain dan hosting.
Selain itu, website punya pengaturan bernama robots.txt, semacam papan petunjuk yang memberi tahu mesin pencari halaman mana yang boleh dikunjungi. Untuk pencarian di ChatGPT, OpenAI memakai penjelajah website bernama OAI-SearchBot. Menurut panduan resmi OpenAI (berbahasa Inggris), website yang menutup akses bagi OAI-SearchBot tidak akan ditampilkan dalam jawaban pencarian ChatGPT. Menariknya, pengaturan ini terpisah dari GPTBot, penjelajah yang dipakai untuk melatih AI. Jadi, Anda tetap bisa menolak isi website dipakai untuk pelatihan AI tanpa menutup peluang muncul di pencarian ChatGPT. Pengaturan ini cukup teknis, jadi tanyakan saja kepada pengelola website Anda.
Di profil bisnis lain
Website bukan satu-satunya sumber yang dibaca mesin pencari dan AI. Kalau pelanggan bisa datang ke tempat usaha Anda, atau Anda yang mendatangi pelanggan seperti jasa servis AC, pertimbangkan untuk mengelola Google Business Profile. Samakan nama usaha, layanan, wilayah pelayanan, dan kontaknya dengan informasi di website. Kalau Anda bekerja dari rumah dan mendatangi pelanggan, Anda bisa menyembunyikan alamat rumah dari publik. Namun, perlu diketahui bahwa usaha yang hanya beroperasi secara online tidak memenuhi syarat untuk memiliki profil ini.
Anda juga tidak harus mendaftar ke semua direktori atau membuat banyak halaman dengan isi yang sama. Mulailah dari tempat yang benar-benar dipakai calon pelanggan Anda, lalu pastikan informasinya selalu diperbarui. Google sendiri, dalam panduan fitur AI di Google Search, menyatakan bahwa tidak ada syarat atau berkas khusus untuk AI, seperti llms.txt, yang perlu dibuat agar sebuah website muncul di fitur AI-nya. Dasar-dasar SEO tetap menjadi kuncinya.
Bagaimana mengetahui hasilnya?
Setelah informasi usaha Anda rapi, wajar kalau Anda penasaran apakah usaha Anda sudah muncul. Coba ajukan beberapa pertanyaan yang wajar kepada layanan AI yang memakai pencarian web, misalnya tentang jenis layanan dan wilayah usaha Anda. Perhatikan apakah nama usaha Anda muncul, apakah informasinya benar, dan apakah ada tautan ke sumbernya.
Namun, jangan langsung menyimpulkan dari satu percobaan. Jawaban AI bisa berubah tergantung cara bertanya, waktu, lokasi, dan sumber yang tersedia saat itu. Jadi, kalau usaha Anda belum muncul hari ini, bukan berarti usaha Anda tidak akan pernah muncul. Sebaliknya, kalau sudah muncul sekali, belum tentu AI akan menyebutnya kepada semua orang.
Kalau Anda sudah memiliki website, ada alat yang bisa membantu memantau hasilnya dengan lebih terukur:
- Google Search Console. Kunjungan dari fitur AI Google, seperti AI Overviews, ikut tercatat dalam laporan Performa bersama hasil pencarian Google lainnya.
- Bing Webmaster Tools. Laporan AI Performance-nya menunjukkan seberapa sering halaman website Anda dikutip dalam jawaban AI milik Microsoft, seperti Copilot.
Hanya saja, dikutip dalam jawaban AI tidak selalu berarti ada orang yang membuka website Anda, apalagi menjadi pelanggan. Karena itu, anggap data ini sebagai petunjuk, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Ringkasan
Jadi, bagaimana agar usaha Anda mudah ditemukan AI? Kuncinya ternyata sama dengan cara agar usaha Anda mudah dipahami calon pelanggan: informasi yang jelas, benar, dan bisa diakses. Jelaskan apa yang Anda kerjakan, siapa yang Anda layani, di mana wilayahnya, dan bagaimana cara menghubungi Anda. Setelah itu, jawab pertanyaan yang sering muncul, rapikan profil usaha Anda, dan pastikan website Anda tidak tertutup bagi mesin pencari.
Memang tidak ada cara yang menjamin usaha Anda selalu direkomendasikan ChatGPT atau AI lainnya. Namun, informasi yang rapi tetap bermanfaat bagi siapa pun yang mencarinya, dengan atau tanpa bantuan AI. Mulailah dengan satu langkah kecil: tulis satu paragraf tentang usaha Anda yang menyebut layanan, wilayah pelayanan, dan cara menghubungi, seperti contoh Sejuk Jaya tadi.
Belum punya website untuk menampung informasi itu? Anda bisa mencoba membuat website sederhana sendiri dengan mengikuti panduan cara membuat website dengan AI, lalu mengisinya dengan paragraf yang baru saja Anda tulis.
Tag
- SEO
- Pencarian Google
- Konten
- UMKM
Ditulis oleh
Muhammad Rayhan
Pendiri Jajan Web
Muhammad Rayhan adalah pendiri Jajan Web, agensi jasa bikin website untuk UMKM dan bisnis. Selain merancang website, ia aktif berbagi panduan praktis seputar teknologi web dan digitalisasi bisnis.