Lewati ke konten utama
Menu navigasi

Panduan

Apa Itu Domain dan Hosting? Ini Perbedaan dan Cara Kerjanya

Apa itu domain dan hosting? Pahami perbedaannya, cara keduanya bekerja saat website dibuka, dan hal yang perlu Anda periksa sebelum mendaftar.

Muhammad Rayhan Pendiri Jajan Web

Diterbitkan
Diperbarui
Diperbarui
Waktu baca
± 6 menit baca
Rak perangkat server dengan lampu indikator menyala dan kabel jaringan di ruang server.
Foto: Kevin Ache / Unsplash (tab baru)
Daftar isi · 6 bagian
  1. Apa itu domain?
  2. Apa itu hosting?
  3. Bagaimana domain dan hosting bekerja bersama?
  4. Apakah domain dan hosting harus dibeli bersamaan?
  5. Apa yang perlu diperiksa sebelum mendaftar?
  6. Ringkasan

Setiap kali ingin membuka sebuah website, Anda cukup mengetik alamatnya di kolom alamat browser. Misalnya, Anda mengetik jajanweb.id, lalu dalam hitungan detik halaman Jajan Web muncul di layar. Pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana browser tahu ke mana harus mencari halaman itu hanya dari sebuah alamat?

Di balik proses yang terasa sederhana itu, ada dua hal yang bekerja bersama: domain dan hosting. Keduanya memang sering disebut berdampingan, tetapi tugasnya berbeda. Kalau Anda sedang menyiapkan website untuk usaha, memahami perbedaan keduanya akan membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih tenang. Mari kita mulai dari yang paling sering Anda lihat, yaitu alamat website.

Apa itu domain?

Domain adalah nama yang dipakai orang untuk membuka sebuah website, misalnya jajanweb.id atau google.com. Sebenarnya, setiap website di internet bisa ditemukan lewat deretan angka yang disebut alamat IP. Namun, siapa yang mau menghafal angka seperti itu? Karena itulah domain hadir sebagai nama yang mudah diucapkan, ditulis, dan diingat.

Coba bayangkan Anda hendak mengunjungi sebuah toko. Anda tentu lebih mudah mengingat nama jalan dan nomor bangunannya daripada titik koordinat lokasinya. Begitulah peran domain bagi website usaha Anda: alamat yang membuat calon pelanggan mudah menemukan Anda.

Akhiran domain pun beragam, seperti .com, .id, .co.id, atau .my.id. Domain berakhiran Indonesia dikelola oleh PANDI, dan beberapa di antaranya punya syarat pendaftaran tersendiri. Misalnya, .co.id diperuntukkan bagi usaha berbadan hukum.

Meski begitu, mengetahui alamat toko belum berarti Anda tahu apa saja isinya. Hal yang sama berlaku untuk domain. Domain hanya berupa nama, sehingga tidak menyimpan tulisan, foto, atau halaman website Anda. Agar ada halaman yang bisa dibuka, dibutuhkan tempat untuk menyimpan isi website tersebut. Di sinilah hosting berperan.

Apa itu hosting?

Website usaha Anda nantinya berisi banyak hal, mulai dari teks, foto, dan tombol hingga formulir. Semua isi itu tersimpan dalam bentuk file, dan pada website tertentu juga ada program yang bekerja di belakang layar. File dan program tersebut harus disimpan di tempat yang selalu siap melayani pengunjung.

Hosting adalah layanan yang menyediakan tempat tersebut, sehingga website Anda bisa disimpan, dijalankan, dan dibuka melalui internet. Tempat itu berupa komputer khusus yang disebut server, yang menyala sepanjang waktu. Setiap kali ada orang membuka website Anda, server inilah yang mengirimkan data yang dibutuhkan browser untuk menampilkan halamannya.

Kembali ke contoh toko tadi. Kalau domain adalah alamatnya, hosting adalah bangunan tempat toko Anda berdiri dan barang-barangnya dipajang. Alamat tanpa bangunan membuat orang datang ke tempat kosong, sedangkan bangunan tanpa alamat sulit ditemukan. Karena itu, website Anda membutuhkan keduanya.

Bagaimana domain dan hosting bekerja bersama?

Setelah mengenal keduanya, mungkin Anda penasaran: bagaimana alamat yang diketik bisa tersambung ke server yang tepat? Jawabannya ada pada DNS (Domain Name System), yaitu sistem yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP server.

Agar lebih mudah dibayangkan, coba ingat cara Anda menelepon seseorang. Anda cukup memilih namanya di daftar kontak HP, lalu HP mencarikan nomor teleponnya. DNS bekerja dengan cara serupa, hanya saja yang dicari adalah alamat server, bukan nomor telepon. Secara sederhana, inilah yang terjadi saat Anda membuka sebuah website:

  1. Anda mengetik nama domain. Browser lalu bertanya kepada DNS, alamat IP mana yang terhubung dengan nama tersebut.
  2. Browser menghubungi server tujuan. Setelah alamatnya ditemukan, browser mengirim permintaan untuk membuka halaman ke server hosting.
  3. Halaman tampil di layar. Server mengirimkan data yang diperlukan, lalu browser menyusunnya menjadi halaman yang Anda lihat.

Seluruh proses ini biasanya berlangsung kurang dari satu detik dan tanpa Anda sadari. Kalau Anda ingin memahami DNS lebih dalam, Cloudflare punya penjelasan lengkap tentang DNS (berbahasa Inggris).

Apakah domain dan hosting harus dibeli bersamaan?

Sampai di sini, mungkin muncul pertanyaan berikutnya: apakah domain dan hosting harus dibeli sebagai satu paket? Jawabannya, tidak harus. Anda bisa mendaftarkan domain di satu penyedia, lalu memakai hosting dari penyedia lain. Keduanya tinggal dihubungkan lewat pengaturan DNS.

Biaya keduanya pun berbeda. Saat orang mengatakan “membeli domain”, yang sebenarnya dibayar adalah hak memakai nama domain itu selama masa pendaftaran tertentu, biasanya per tahun. Artinya, domain perlu diperpanjang secara rutin agar tetap menjadi milik Anda. Sementara itu, hosting punya ketentuan biaya tersendiri, misalnya bulanan, tahunan, atau berdasarkan pemakaian.

Perlu diingat juga, mendaftarkan domain saja belum membuat website Anda langsung muncul. Selama domain belum dihubungkan ke hosting yang berisi website, alamat itu belum menampilkan apa pun. Sebaliknya, beberapa layanan pembuat website menyediakan alamat bawaan, sehingga website bisa terbit tanpa domain sendiri. Hanya saja, alamat bawaan seperti itu biasanya memuat nama layanannya, sehingga terasa kurang melekat pada nama usaha Anda. Contohnya bisa Anda lihat di panduan cara membuat website dengan AI, yang menerbitkan website latihan di alamat berakhiran lovable.app.

Apa yang perlu diperiksa sebelum mendaftar?

Sekarang Anda sudah memahami cara kerjanya. Sebelum mendaftarkan domain atau memilih hosting, coba periksa tiga hal berikut:

  • Akses akun. Pastikan Anda tahu siapa yang tercatat sebagai pemilik domain dan siapa yang memegang akses akun domain serta hosting, terutama bila pendaftarannya dibantu orang lain.
  • Masa aktif dan biaya lanjutan. Catat tanggal perpanjangan domain dan masa berlangganan hosting, serta tanyakan harga setelah masa promosi berakhir.
  • Bantuan pengaturan. Cari tahu apakah penyedia membantu menghubungkan domain dengan hosting, dan apa yang perlu dilakukan bila suatu saat Anda ingin pindah layanan.

Mengapa ketiganya penting? Bayangkan suatu hari website usaha Anda tiba-tiba tidak bisa dibuka. Masalahnya belum tentu ada pada isi website, karena bisa saja domain Anda sudah kedaluwarsa atau masa hostingnya habis. Dengan mengetahui tiga hal di atas sejak awal, Anda bisa mencegah kejadian itu, atau setidaknya tahu harus menghubungi siapa.

Ringkasan

Jadi, apa bedanya domain dan hosting? Domain adalah alamat yang membuat website Anda mudah ditemukan, hosting adalah tempat isi website Anda disimpan dan dibuka, sedangkan DNS menjadi penghubung keduanya. Setiap kali seseorang mengetik alamat website usaha Anda, ketiganya bekerja bersama dalam hitungan detik.

Anda memang tidak perlu menguasai seluruh detail teknisnya. Namun, dengan memahami peran masing-masing, Anda bisa bertanya dengan lebih tepat kepada penyedia jasa pembuatan website dan tetap memegang kendali atas website usaha Anda. Mulailah dengan satu langkah kecil: coba tuliskan dua atau tiga nama domain yang mudah diingat dan langsung mengingatkan orang pada usaha Anda.

Sudah punya gambaran nama domainnya, tetapi belum yakin apa lagi yang perlu disiapkan? Anda bisa melanjutkan dengan membaca hal yang perlu disiapkan sebelum membuat website bisnis, mulai dari tujuan website hingga materi usaha yang perlu dikumpulkan.

Tag

  • Domain
  • Hosting
  • Dasar website
  • Edukasi

Bagikan artikel ini

Bagikan sebagai gambar

Pratinjau gambar bagikan: Apa Itu Domain dan Hosting? Ini Perbedaan dan Cara Kerjanya

Ukuran Story (9:16), cocok untuk Story Instagram dan Status WhatsApp.

Simpan gambar

Ditulis oleh

Muhammad Rayhan

Pendiri Jajan Web

Muhammad Rayhan adalah pendiri Jajan Web, agensi jasa bikin website untuk UMKM dan bisnis. Selain merancang website, ia aktif berbagi panduan praktis seputar teknologi web dan digitalisasi bisnis.

Baca juga

Penulis: Muhammad Rayhan Tanggal terbit: Kategori: Panduan

Punya Rencana Membuat Website untuk Bisnis Anda?

Ceritakan kebutuhan usaha Anda melalui WhatsApp. Kami bantu menentukan jenis website dan kebutuhan yang paling sesuai.

Konsultasi via WhatsApp (tab baru)

Tidak harus sudah memahami hal teknis.

Konsultasi via WhatsApp (tab baru)